Pelanggaran Prinsip Kesantunan Tuturan Imperatif Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Fakultas dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Riau

Nica, Indah Fitrio (2018) Pelanggaran Prinsip Kesantunan Tuturan Imperatif Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Fakultas dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Riau. Other thesis, Universitas Islam Riau.

[img] Text
abstrak.pdf

Download (232kB)
[img] Text
kata_pengantar.pdf

Download (343kB)
[img] Text
daftar_isi.pdf

Download (418kB)
[img] Text
bab1.pdf

Download (455kB)
[img] Text
bab2.pdf

Download (675kB)
[img] Text
bab3.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (230kB) | Request a copy
[img] Text
bab4.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (231kB) | Request a copy
[img] Text
daftar_pustaka.pdf

Download (308kB)

Abstract

Kalimat imperatif mengandung maksud memerintah atau meminta agar mitra tutur melakukan suatu bagaimana diinginkan si penutur. Terjadinya pelanggaran prinsip kesantunan dalam bidang pragmatik khususnya tuturan imperatif merupakan fenomena yang mendorong penulis untuk melakukan penelitian yang lebih lanjut. Masalah penelitian ini adalah bagaimanakah pelanggaran maksim prinsip kesantunan tuturan imperatif mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Riau?. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan, menganalisis, menginterpretasikan, dan menyimpulkan pelanggaran maksim prinsip kesantunan tuturan imperatif. Penelitian ini menggunakan metode etnografi. Pendekatan dalam penlitian ini adalah kualitatif. Teknik pengumpulan data teknik observasi, teknik rekaman, dan teknik catat. Penelitian ini menggunakan teori kalimat imperatif Rahardi (2005:79) dan teori prinsip kesantunan Leech dalam Chaer (2010:56). Dari analisis data terdapat 118 tuturan, yang mengandung pelanggaran prinsip kesantunan tuturan imperatif berjumlah 38 tuturan yang adalah; (1) imperatif biasa berjumlah 24, (2) imperatif permintaan berjumlah 3, (3) imperatif pemberian izin berjumlah 1, (4) imperatif ajakan berjumlah 4, dan (5) imperatif suruhan berjumlah 6. Hasil analisis tuturan imperatif tersebut yang terdapat pelanggaran maksim berada pada (1) maksim kebijaksanaan berjumlah 10 tuturan, (2) maksim penerimaan berjumlah 7 tuturan, (3) maksim kemurahan berjumlah 4 tuturan, (4) maksim kerendahan hati berjumlah 2 tuturan, (5) maksim kecocokan berjumlah 12, dan (6) maksim kesimpatian berjumlah 3 tuturan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pelanggaran prinsip kesantunan dalam tuturan imperatif mahasiswa lebih banyak pelanggaran maksim kecocokan, karena jenis tuturan imperatif biasa bila dilihat dari tuturan imperatif yang lain, lebih banyak melanggar maksim kecocokan. Wajar saja tuturan imperatif biasa yang paling banyak melanggar maksim kecocokan, karena mereka yang sebaya, seangkatan dan penggunaan tuturan suasana yang tidak formal akan sering terjadi ketidaksesuaian gagasan dan sepaham terhadap pendapat orang lain dengan meminimalkan kecocokan antara mereka dan memaksimalkan ketidakcocokan di antara mereka.

Item Type: Thesis (Other)
Uncontrolled Keywords: Pelanggaran Prinsip Kesantunan, Tuturan Imperatif
Subjects: L Education > L Education (General)
P Language and Literature > P Philology. Linguistics
Divisions: > Pendidikan Bahasa Indonesia
Depositing User: Reza Zulkurniawan
Date Deposited: 09 Nov 2021 07:59
Last Modified: 09 Nov 2021 07:59
URI: http://repository.uir.ac.id/id/eprint/4118

Actions (login required)

View Item View Item