Analisis Semantik Ungkapan Pantang Larang di Desa Kesumbo Ampai Kecamatan Bathin Solapan Kabupaten Bengkalis dan Pembelajarannya di kelas VIII SMPN 3 Bathin Solapan

Ilawati, Ilawati (2018) Analisis Semantik Ungkapan Pantang Larang di Desa Kesumbo Ampai Kecamatan Bathin Solapan Kabupaten Bengkalis dan Pembelajarannya di kelas VIII SMPN 3 Bathin Solapan. Other thesis, Universitas Islam Riau.

[img] Text
abstrak.pdf

Download (223kB)
[img] Text
kata_pengantar.pdf

Download (227kB)
[img] Text
daftar_isi.pdf

Download (240kB)
[img] Text
bab1.pdf

Download (408kB)
[img] Text
bab2.pdf

Download (516kB)
[img] Text
bab3.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (302kB) | Request a copy
[img] Text
bab4.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (234kB) | Request a copy
[img] Text
daftar_pustaka.pdf

Download (308kB)

Abstract

Ungkapan pantang larang bermakna akan larangan untuk berbuat dan memberikan efek negatif yang akan menimpa seseorang apabila melakukannya. Katakata yang digunakan dalam pantang larang biasanya berhubungan dengan hal yang menakutkan, seperti dalam bentuk penyakit, bencana dan hal gaib. Masalah penelitian adalah Bagaimanakah makna konotatif, kontekstual, kiasan, dan pembelajaran di kelas VIII SMPN 3 Bathin Solapan yang terkandung dalam ungkapan pantang larang di Desa Kesumbo Ampai Kecamatan Bathin Solapan?. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teoriHamidy (1995), Suwandi (2011), Chaer (2009), Pateda(2010), Verhaar (2010), dkk. Metode yang penulis gunakan adalah metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, rekam, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ungkapan pantang larang di Desa Kesumbo Ampai Kecamatan Bathin Solapan Kabupaten Bengkalis yang berkaitan dengan makna konotatif terdapat 7 data diantaranya yaitu : seperti Tak buleh munayoh binatang kolo budak cacat, Makna yang berkaitan dengan makna kontekstual terdapat 15 data diantaranya yaitu: seperti Betino sedang hamil tak buleh behujan paneh alamat kolo totoguh”, Makna yang berkaitan dengan makna kiasan terdapat 13 data diantaranya yaitu: seperti Tak buleh menyisokan makanan kolo ayamnya mati. Dalam pembelajaran ungkapan pantang larang yang dilakukan oleh peneliti terhadap siswa SMPN 3 Bathin Solapan sebanyak 17 data. Jawaban SS (sangat setuju) sebanyak 6 data, S (setuju) sebanyak 8 data, TS (tidak setuju) sebanyak 2 data, S (setuju) dan TS (tidak setuju) sebanyak 1 data.

Item Type: Thesis (Other)
Uncontrolled Keywords: Pantang larang, makna konotatif, makna kontekstual, makna kiasan, pembelajaran
Subjects: P Language and Literature > P Philology. Linguistics
Divisions: > Pendidikan Bahasa Indonesia
> Pendidikan Bahasa Indonesia
Depositing User: Furqan nafis al-azami
Date Deposited: 09 Nov 2021 07:55
Last Modified: 09 Nov 2021 07:55
URI: http://repository.uir.ac.id/id/eprint/4117

Actions (login required)

View Item View Item