Analisis Kinerja Struktur Gedung Bertingkat Sistem Ganda Berdasarkan SNI 1726-2019

Kurniawan, Mahadi and Ahmadi, Heri and Syarif, Firman and Retno, Deddy Purnomo and Armayani, Jumeilia (2022) Analisis Kinerja Struktur Gedung Bertingkat Sistem Ganda Berdasarkan SNI 1726-2019. In: Konferensi Nasional Teknik Sipil ke 16, 27-28 Oktober.

[img] Text
Prosiding analisis kinerja struktur gedung.pdf - Published Version

Download (14MB)

Abstract

Indonesia merupakan negara yang berada di wilayah rawan gempa. Sesuai dengan peraturan gempa yang berlaku di Indonesia yaitu SNI 1726-2019, Kota Jakarta merupakan salah satu daerah dengan tingkat resiko gempa yang tinggi. Saat ini mulai diperkenalkan konsep untuk menilai kinerja bangunan struktur terhadap pengaruh gempa kuat yaitu konsep desain berbasis kinerja (pushover analysis). Pada penelitian ini akan dievaluasi struktur bangunan bertingkat yaitu Rumah Susun dengan sistem struktur ganda yang berada di Kota Jakarta dengan total 11 lantai dan memiliki ketinggian 36,5 m. Tujuan dari penelitian adalah untuk menentukan level kinerja pada struktur bangunan gedung, serta memperlihatkan posisi sendi plastis yang terjadi dari hasil perhitungan pemodelan perilaku non linear. Untuk mengetahui kinerja struktur pada bangunan tinggi bertingkat banyak dan bangunan-bangunan yang memerlukan ketelitian yang sangat besar, maka diperlukan analisis response spektrum yang selanjutnya dianalisis dengan menggunakan analisis berbasis kinerja untuk mengetahui level kinerja struktur bangunan dalam memperkirakan gaya maksimum, deformasi yang terjadi, dan memperoleh informasi posisi terjadinya sendi plastis. Pada penelitian desain berbasis kinerja ini, akan digunakan metode spektrum kapasitas (ATC-40), dan koefisien perpindahan (FEMA 440). Hasil yang didapat dari analisis data adalah level kinerja struktur bangunan Rumah Susun menurut ATC-40 dan FEMA 440 adalah tingkat Immediately Occupancy (IO) yaitu bila terjadi gempa, hanya sedikit kerusakan struktural yang terjadi, sehingga bangunan aman dan dapat langsung dipakai. Akan tetapi, mayoritas posisi sendi plastis terjadi pada elemen kolom kemudian terjadi pada elemen balok, keadaan ini tidak memenuhi konsep desain strong column weak beam atau dengan kata lain kolom pada struktur dalam keadaan lemah.

Item Type: Conference or Workshop Item (Paper)
Uncontrolled Keywords: analisis kinerja, pushover analysis, sendi plastis, sistem ganda, beton bertulang
Subjects: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
Divisions: > Teknik Sipil S.2
Depositing User: Mia
Date Deposited: 24 May 2023 02:11
Last Modified: 23 Jan 2024 06:34
URI: http://repository.uir.ac.id/id/eprint/21814

Actions (login required)

View Item View Item