Analisis Usaha dan Nilai Tambah Beberapa Produk Agroindustri Berbahan Baku Pati Sagu di Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Kepulauan Meranti

Arip, Komarudin (2018) Analisis Usaha dan Nilai Tambah Beberapa Produk Agroindustri Berbahan Baku Pati Sagu di Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Kepulauan Meranti. ["eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate" not defined] thesis, Agribisnis.

[img]
Preview
Text
bab1.pdf - Published Version

Download (121kB) | Preview
[img]
Preview
Text
bab2.pdf - Published Version

Download (60kB) | Preview
[img] Text
bab3.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (229kB) | Request a copy
[img] Text
bab4.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (137kB) | Request a copy
[img] Text
bab5.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (470kB) | Request a copy
[img]
Preview
Text
bab6.pdf - Published Version

Download (14kB) | Preview

Abstract

Agroindustri merupakan suatu usaha yang dapat meningkatkan nilai tambah, penyerapan tenaga kerja yang sekaligus menciptakan permintaan masyarakat. Agroindustri juga memberikan kontribusi terhadap ekonomi daerah dan sumber pendapatan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: (1)Karakteristik pengrajin dan profil usaha beberapa produk olahan agrondustri pati sagu, (2) Penggunaan bahan baku, bahan penunjang dan proses produksi beberapa produk olahan agroindustri pati sagu, dan (3) Biaya, pendapatan, efisiensi, dan nilai tambah dari beberapa produk olahan agroindustri pati sagu. Penelitian ini dilaksanakan selama enam bulan, yaitu dari bulan Januari sampai bulan Juni 2018. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei, dan jumlah sampel sebanyak 20 pengrajin. Hasil penelitian menunjukan bahwa karakteristik pengrajin mie sagu, kerupuk sagu, sagu rendang dan sagu lemak meliputi: Umur tergolong produktif dengan rata-rata 48,25 tahun. Pendidikan tertinggi adalah pengrajin mie sagu yaitu tingkat SMA dengan lama pendidikan 11,60 tahun. Pengalaman berusaha tertinggi dengan rata-rata 13,80 tahun,pada usaha mie sagu. Jumlah tanggungan keluarga dengan rata-rata 5 jiwa. Usaha mie sagu, kerupuk sagu, sagu rendang dan sagu lemak di Kecamatan Tebing Tinggi merupakan industri rumah tangga dan proses produksinya masih sederhana. Penggunaan bahan baku diperoleh dari pengusaha sagu basah dan pasar untuk bahan penunjang dapat diperoleh dari toko-toko atau pasar terdekat. Teknologi yang digunakan masih bersifat semi mekanis yang tergolong sederhana. Penggunaan bahan baku per proses produksi (satu minggu) untuk mie sagu sebanyak 868,00 kg, menghasilkan produk sebanyak 1.358,00 kg. Penggunaan bahan baku kerupuk sagu sebanyak 81,60 kg produksi sebanyak 59,40 kg, Penggunaan bahan baku sagu rendang sebanyak 441,00 kg menghasilkan produk sebanyak 268,80 kg. dan penggunaan bahan baku sagu lemak sebanyak 68,60 menghasilkan produk sebanyak 54,60kg. Total biaya yang dikeluarkan oleh pengrajin mie sagu sebesar Rp, 6.952.676/proses produksi, kerupuk sagu sebesar Rp, 832.398/proses produksi, sagu rendang sebesar Rp, 2.677.468/proses produksi dan sagu lemak sebesar Rp, 991.431/proses produksi. RCR yang diperoleh pengrajin mie sagu sebesar 1,56, kerupuk sagu 1,64, sagu rendang 1,20 dan sagu lemak 1,10. Nilai tambah yang tertinggi diperoleh dari pengolahan sagu lemak sebesar Rp, 10.847,00/kg dari nilai produksi dan nilai tambah yang terendah adalah pada pengolahan sagu rendang sebesar Rp, 2.308,21/kg dari nilai produksi. Kata Kunci: Agroindustri, Nilai Tambah, Pati Sagu, Mie Sagu, Kerupuk Sagu, Sagu Rendang dan Sagu Lemak

Item Type: Thesis (["eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate" not defined])
Subjects: H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor
Divisions: > Agribisnis
> Agribisnis
Depositing User: Teguh Handoyo TH
Date Deposited: 17 Dec 2018 09:44
Last Modified: 17 Dec 2018 09:44
URI: http://repository.uir.ac.id/id/eprint/944

Actions (login required)

View Item View Item