Eksistensi dan Pelaksanaan Penetapan Tersangka Di Lihat Dari Kekuatan Alat Bukti Terhadap Tidak Pidana Perjudian Mesin Game Dindong Pada Tingkat Penyidikan Di wilayah Hukum Polresta Pekanbaru

Tahang, Tahang (2018) Eksistensi dan Pelaksanaan Penetapan Tersangka Di Lihat Dari Kekuatan Alat Bukti Terhadap Tidak Pidana Perjudian Mesin Game Dindong Pada Tingkat Penyidikan Di wilayah Hukum Polresta Pekanbaru. Masters thesis, Ilmu Hukum S.2.

[img]
Preview
Text
bab1.pdf - Published Version

Download (469kB) | Preview
[img]
Preview
Text
bab2.pdf - Published Version

Download (596kB) | Preview
[img] Text
bab3.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (450kB) | Request a copy
[img] Text
bab4.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (92kB) | Request a copy
[img]
Preview
Text
daftar_pustaka.pdf - Published Version

Download (166kB) | Preview

Abstract

Penetapan tersangka oleh penyidik polresta Pekanbaru terhadap tindak pidana perjudian mesin game dindong harus memiliki bukti permulaan berdasarkan Pasal 1 butir (14) Undang-undang nomor 8 tahun 1981 tentang KUHAP menyebutkan tersangka adalah seorang yang karena perbuatannya atau keadaannya berdasarkan bukti permulaan patut diduga sebagai pelaku tindak pidana. Status sebagai tersangka hanya dapat ditetapkan oleh penyidik kepada seseorang setelah hasil penyidikan yang dilaksanakan memperoleh bukti permulaan yang cukup yaitu paling sedikit 2 (dua) jenis alat bukti. Alat bukti yang dirumuskan harus relevan dengan obyek kejahatan dan penuh kehati-hatian karena modus operandi (cara melakukan kejahatan) menggunakan sarana tekhnologi mesin dan tentu pemeriksaan yang di lakukan akan berbeda dengan kejahatan lainya. Adapun yang menjadi masalah pokok dalam penelitian ini adalah bagaimana eksistensi dan pelaksanaan penetapan tersangka dilihat dari kekuatan alat bukti terhadap tindak pidana perjudian mesin game dindong, apa yang menjadi hambatan-hambatan yang di alami oleh penyidik polresta pekanbaru dalam menetapkan tersangka terhadap tindak pidana perjudian mesin game dindong serta upaya yang dilakukan oleh penyidik untuk mengatasi hambatan tersebut. Dilihat dari jenisnya penelitian ini di golongkan dalam penelitian observational research dengan cara survey, dan dilihat dari sifatnya adalah bersifat deskriptif, yakni penulis bermaksud menggambarkan secara terang dan rinci terhadap eksistensi dalam penetapan tersangka di tingkat penyidikan, sedangkan alat pengumpul data dilakukan dengan cara turun langsung kelapangan berupa wawancara (interview), selanjutnya penulis dalam menganalisis data berdasarkan data primer dan data skunder. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa eksistensi dan pelaksanaan penetapan tersangka dilihat dari kekuatan alat bukti terhadap tindak pidana perjudian mesin game dindong pada tingkat penyidikan wilayah hukum polresta pekanbaru dirumuskan alat bukti yang dianggap relevan antara lain; 1. Bukti petunjuk (vocer), yaitu alat yang ditukarkan menjadi uang. 2. Keterangan saksi dari pihak penyidik. 3. Keterangan ahli hukum pidana dan ahli ARKI. 4. Pengakuan tersangka. Adapun hambatan yang dialami oleh penyidik polresta pekanbaru dalam menetapkan tersangka terhadap tindak pidana perjudian tersebut adalah; a. Hambatan Internal, yaitu; 1. Kurangnya Anggaran sehingga akan mempengaruhi proses pelaksanaan program dalam penyidikan dimana hal ini membutuhkan biaya survey ke TKP, terlebih khusus biaya para saksi ahli. 2. Kurangnya penguasaan tekhnologi informasi oleh penyidik dalam mengungkap perjudian mesin game dindong. b. Hambatan Eksternal, yakni kurangnya kepedulian pemilik usaha game dindong dimana hal ini tempat tindak pidana perjudian dilakukan (locus delicti) untuk bekerjasama dengan kepolisian dalam mengungkap tindak pidana perjudian ini. Sedangkan upaya yang dilakukan oleh penyidik polresta pekanbaru dalam menetapkan adalah; 1. Menyusun rencana kebutuhan yakni anggaran yang dibutuhkan dalam pemenuhan biaya olah TKP terlebih khusus para saksi ahli. 2. Swadaya dari pihak penyidik dengan maksud menggunakan biaya sendiri yang nominalnya tidak terlalu besar seperti biaya transportasi turun kelapangan untuk melakukan olah TKP. 3. Memberikan kesadaran kepada pemilik usaha mesin game dindong tersebut, agar mau bekerja sama dengan pihak penyidik untuk memberikan keterangan.

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: > Ilmu Hukum S.2
> Ilmu Hukum S.2
Depositing User: Teguh Handoyo TH
Date Deposited: 29 Jun 2018 08:35
Last Modified: 29 Jun 2018 08:35
URI: http://repository.uir.ac.id/id/eprint/694

Actions (login required)

View Item View Item